Cara Deteksi Infeksi pada Vagina
ANDA tidak perlu
memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah ada infeksi pada
vagina. Cara ini dapat dilakukan di rumah untuk memeriksa apakah ada
infeksi pada vagina Anda.
Seorang ahli kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Utah, Amerika Serikat, dr. Paul Summers menyusun tiga tes sederhana yang dapat Anda lakukan untuk mendeteksi ada atau tidaknya infeksi vagina. Tes ini memiliki tingkat ketepatan sebesar 90%, sebagaimana dilansir Krespoholic karangan Yayasan Mitra INTI.
Pertama, periksalah vagina atau cairan vagina Anda. Jika baunya tidak sedap atau lain dari biasanya, itu pertanda gejala bacterial vaginosis (suatu infeksi vagina yang disebabkan oleh bakteri).
Langkah kedua adalah ambil setetes hydrogen peroxide (larutan 3%) dan campurkan larutan dengan cairan vagina yang baru dan letakkan di atas kaca bersih. Jika campuran berbusa, berarti menunjukkan keberadaan enzim katalase dalam sel darah putih yang sedang melawan infeksi bakteri pada vagina. Hal ini jelas menandakan infeksi pada vagina. Anda dapat membeli larutan hydrogen peroxide di apotik.
Langkah terakhir, lakukan uji keasaman vagina untuk deteksi infeksi jamur. Caranya dengan menyentuhkan kertas lakmus pada cairan vagina. Kertas ini bisa Anda beli di toko farmasi atau bahan kimia. Bila pH menunjukkan angka jauh kurang dari 7 pada skala pH, menandakan telah terjadi infeksi jamur karena lingkungan vagina yang terlalu asam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar